Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspadai Penggunaan Cotton Bud Pada Telinga

Cotton Bud
Cotton Bud

Cotton Bud merupakan suatu benda yang terdiri dari satu atau dua gumpalan kapas yang kemudian didilitkan pada satu atau kedua ujung batang yang pendek dimana biasanya batang tersebut terbuat dari kayu, plastik atau kertas yang digulung.

Serta telinga / kuping adalah suatu organ indera tubuh yang memiliki fungsi dalam hal pendengaran. Pada setiap bagian telinga ini memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang mendeteksi/mengenal suara dan tersimpan ke otak. 

Telinga sendiri memiliki tiga bagian yaitu telinga luar, telingan tengah, serta telinga dalam. Adapun meliputi yaitu

  1. Telinga luar sendiri merupakan bagian terluar dari telinga 
  2. Telinga tengah merupakan suatu rongga udara yang terdapat pada area belakang gendang telinga, yang terdiri dari 3 tulang pendengaran yaitu martil atau malleus, landasan atau incus, serta sanggurdi atau stapes.
  3. Telinga dalam yang merupakan bagian terdalam telinga, dimana terdapat bagian petrosa tulang temporal yang disusun atas 2 bagian yaitu membran labyrinth dan juga tulang labyrinth yang menonjol (bony labirynth)

Banyak yang menganggap bahwa kotoran telinga adalah hasil aktifitas bakteri namun anggapan tersebut merupakan pemahaman yang salah. Kotoran telinga (cerumen) sebenarnya diproduksi oleh telinga kita sendiri, tepatnya oleh kelenjar kulit pada lubang telinga bagian luar.

Kotoran telinga diproduksi pada sepertiga bagian luar lubang telinga dan normalnya tidak mungkin bergerak masuk ke dalam gendang telinga kecuali ada tekanan dari luar. Membersihkan lubang telinga dengan kapas pembersih (cotton bud) justru dapat mendorong kotoran telinga masuk ke dalam daerah yang sangat sensitif, sehingga lama kelamaan kotoran tersebut menjadi menumpuk, mengeras, dan semakin sulit untuk dikeluarkan. Bahaya yang dapat ditimbulkan adalah gangguan pendengaran pada telinga hingga kelumpuhan saraf di sekitar wajah. Jika kotoran telinga terakumulasi pada bagian gendang telinga maka dapat menyebabkan tinnitus (radang gendang telinga). Membersihkan kotoran telinga dengan cotton bud juga dapat membuat kulit pada lubang telinga rawan terkena infeksi dan meningkatkan pertumbuhan bakteri karena hilangnya sifat asam pada lubang telinga.

Bahaya terbesar yang dapat ditimbulkan dari membersihkan kotoran telinga dengan cotton bud adalah pecahnya gendang telinga/saluran telinga, selain itu juga dapat merusak sistem pembersihan secara alami, menyebabkan telinga infeksi, dan juga hilangnya kotoran yang penting bagi tubuh. Namun karena banyak orang yang tidak mengetahui tentang hal ini, mereka berusaha membersihkan telinga sedalam mungkin hingga mendekati gendang telinga.

Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 50 persen pasien yang datang ke dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) sering memakai cotton bud untuk mengorek kotoran di telinga.

Cara yang baik untuk membersihkan telinga secara alami adalah :

  1. Menggunakan handuk yang direndam dalam air hangat kemudian bersihkan bagian luar telinga dan tempat keluarnya kotoran dari lubang telinga serta tidak memasukkan benda yang berbentuk stik (tongkat) seperti cotton bud, jari, pensil, dan lain-lain. 
  2. Penggunaan baby oil ke dalam telinga, yang kemudian didiamkan beberapa menit. Namun dalam hal ini, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap baby oil ini.
  3. Larutan air garam juga dapat menyingkirkan kotoran telinga. Caranya yaitu larutkan garam pada air yang hangat kemudian di teteskan ke dalam telinga
  4. Cara lainnya yaitu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter THT, biasanya disana, Anda akan diberikan berupa cairan hidrogen yang aman sesuai dengan dosis yang telah diatur oleh dokter

Tips lain dalam menjaga kesehatan telinga seperti mendengarkan musik jangan terlalu keras, kontrol penggunaan headset, pastikan telinga Anda selalu kering, gunakan pelindung telinga dan tidak mendengarkan dua suara keras dalam waktu yang bersamaan.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Posting Komentar untuk "Waspadai Penggunaan Cotton Bud Pada Telinga"